Apa sih anonim/anonimitas itu? Anonimitas adalah istilah yang merujuk kepada seseorang yang jati dirinya tidak diketahui. Pada intinya, anonim itu berarti tidak ingin diketahui identitas asli. Dalam dunia blogosphere, banyak blogger menjadi anonim adalah hal yang wajar. Yang akan saya bahas adalah blogger anonim. Bukan komentar anonim atau sejenisnya. Dan postingan ini merupakan serial dari Blogger Anonim setujukah Anda, yang saya post 3 hari lalu.kenapa Blogger Anonim? Di blogosphere ini orang ingin menulis dan mengekspresikan sesuatu melalui tulisan tanpa diketahui jati dirinya. Hal ini membuat penulis lebih bebas mengekspresikan tulisannya tanpa tersandung oleh identitas asli. Misalnya, si penulis blog adalah artis kondang. Karena orang-orang tahu blog ini milik si artis kondang, maka orang-orang mengunjungi blog ini karena “status artis” tersebut, bukan karena tulisan-tulisannya.
Di blogosphere ini, tiap orang berhak untuk anonim. Namun ke-anonim-an tersebut jangan sampai disalahgunakan. Misalnya komen anonim untuk menjatuhkan atau untuk ad-hominem. Atau bahkan sekedar ngatain orang. Anonim yang begini yang kurang disukai. Namun kalau ber-anonim semata untuk menyembunyikan diri karena merasa tidak nyaman apabila identitasnya baik nama ataupun wajah diketahui publik, saya rasa ini wajar. Karena beberapa blogger memiliki tujuan ngeBlog yang berbeda² dan wajar apabila seorang pemilik blog memilih anonim. Oleh karena itu, demi menghargai mereka yang mau menulis, setidaknya biarkanlah mereka memilih untuk anonim. Jangan diusik ke-anonim-an mereka karena itu adalah sebuah keputusan. Hargai mereka yang memilih untuk anonim.
Apabila ternyata blogger tersebut anonim tapi mereka bisa mengkontribusikan informasi dan pengetahuan, kenapa tidak? Yang pasti, postingan ini saya persembahkan untuk
post a comment(46) | trackback | comment feeds
Setuju gus. seseorang berhak untuk anonim. Namun, mesti bertanggung jawab.
ines reply on May 27th, 2010 09:46:
Setubuh banget eh salah setuju banget deh, Soal nya g juga nge blog secara anonym walawpun konten blog g blum seperti kk kk semua yang sudah sering nge blog. Dengan ngeblog secara anonym saya bisa nulis apa saja tentang diri sendiri / atau pun nge blog yang lain nya tanpa takut di ketahui identitas saya. Jadi isi nya murni, klo saya ngeblog tidak anonym maka isi blog saya akan banyak yang saya rubah karena saya tidak ingin identitas saya di ketahui oleh orang lain
Aku jg punya satu blog anonim tuh dgn alasan kerahasiaan (online diary)… dan isinya curhatan semua
Anonim?
kayaknya keren tuh.
cuma susah jaga rahasia
setuju kalo anonim itu adalah pilihan.
hebat buat chika yang mampu berpikir bahwa exsistensi tidak lagi dengan keharusan mengeksploitasi subjektifitas sedemikian rupa hingga pada representasi yanng dipaksakan bahkan cenderung kearah arogansi massive. gw teringat pada semangat postmodern yang jelas-jelas tidak memperdulikan lagi sebuah exsistensi pada presentasi subjektif. anonim adalah salah satu dari sekian banyak alasan lahirnya semangat postmodernisme, dimana setiap sesuatu di cermati sebagai potensi unik dan di hargai dengan emphati yang sesungguhnya.
Anas mengemasnya dengan sangat jelas bahwa esensi dari sesuatu adalah substansinya, bukan media perantaranya.
Kesadaran ini hedaknya di pahami dengan bijaksana dan sebaiknya setiap hubungan selallu dilandasi dengan apresiasi dan empati.
Sejarah telah meninggalkan catatan pelajaran yang sangat berharga di mana kejatuhan era modern disebabkan oleh mereka yang secara arogan memaksakan eksistensi diri mereka sendiri-sendiri, sehingga keberadaan setiap individu seolah berada di puncak menara emas, tetapi sebenarnya mereka tidak menopang satu-pun esensi yang memberikan suatu pengaruh pada pengghargaan atau apresiasi yang proporsional.
Masa modern didominasi oleh kalangan akademi dan borjuis, tetapi arogansi telah membutakan mereka bahwa masih ada minoritas yang lebih humanis memandang sebuah keberadaan.
kaum marginal, akademik marginal, dan mereka yang memiliki kecenderungan pada keselarasan menentang bentuk eksistensi yang di puja oleh modernis.
kaum modernis mencantumkan nama-nama mereka pada setiap apapun yang mereka ciptakan.
Buku-buku yang di terbitkan separuhnya berisi testimonial dari berbagai nama besar (yang mereka besar-besarkan), setiap lukisan separuh bidangnya di tutupi coretan tanda-tangan sang pelukisnya, bahkan sebuah motif busana di patenkan agar semua orang mengetahui siapa pemiliknya dan orang lain harus membayarkan royalti atas pengunaannya.
Anonimous adalah sebuah eksistensi yang harus kita terima, dan anonimous adalah sebuah bentuk humanisme yang lebih bersahaja. Mengahrgainya adalah salah satu ciri dari era saat ini, saat kita bersosialisasi, saat semangat dan pola budaya postmodern mewarnai sepak terjang kita.
Sekarang ini siapa yang masih berpikir anonim itu pengecut?!
Jika masih ada, sebaiknya anda belajar sejarah lagi, belajar anthropologi lagi, belajar sosiologi lagi, belajar seni dan budaya lagi, belajar bercermin lagi, belajar berpikir sehat lagi, belajar memiliki empati lagi, belajar apresiasi lagi, belajar sadar lagi.
Gus Ikhwan reply on May 28th, 2010 00:16:
muhshodiq
Anonimous adalah sebuah eksistensi yang harus kita terima, dan anonimous adalah sebuah bentuk humanisme yang lebih bersahaja. Menghargainya adalah salah satu ciri dari era saat ini, saat kita bersosialisasi, saat semangat dan pola budaya postmodern mewarnai sepak terjang kita.
iya, anonim jgn disalahgunakan... pengecut kl komentar sembunyi".. kecuali kl memang bner" anonim..
mksdnya komentar" yg menjatuhkan, gak semua komentar anonim jelek :
kalau saya termasuk anonim ga ya gus?
Oh o0 . . .
Mas Gus juga detektif ya, sudah tau jati diri si anonim! Hehehe
Maf, mau tanya dikit sama pengunjung disini, sekarang hp soner W200i sekitar berapa harganya ya?
Pliz kasih tau, saya butuh banget . . Makasih
Oh iya jawabnya disini aja . .
Kalo ada yang mau jual W200i nya tolong hubungi di blog saya . . .trims lagi
hak mereka untuk meng-anonim-kan diri. tapi biasanya orang lebih suka mengunjungi blog yang punya karakteristik yang kuat, dan biasanya itu ditunjukkan dengan memperkenalkan diri, baik nama, muka , dll. Kalau jadi anonim mungkin bisa pakai nickname yah, misal "si wajah berkumis lebat"
tidak semua komentar dari anonim jelek....
walaupun kebanyakan iya....
memang ada juga komentar anomin yang sangat membangun, tapi banyak juga komen anomin yang kurang menyenangkan...
Kalau blog Gus Ikhwan ini anonim gak ya
)
masalahnya iya kl yang koment 2 punya blog mungkin y agak g etis kl koment g ninggalin linknya, tp kl yg koment hanyalah sebatas pengguna internet yg g punya blog / web kan g ada cara lain selain harus beranonim
Gus, sedikit menyimpang dari topik nih. Kayaknya gus ikhwan nggak pake plugin antispam yach, Kok banyak masuk komen spam tuh
Mengenai tulisan gus di atas saya setuju sih. yang penting kita tetap saling menghargai aja deh. toh, pilihan anonim kan tidak merugikan orang lain.
Gus Ikhwan reply on May 28th, 2010 00:18:
Iskandaria
Soal antispam, saya sebenarnya udah pasang plugin antispam askimet, tapi ntah kenapa masuk ada yang lolos, dan saya sudah contack ke pusatnya
mmm.. gitu yah... * sok ngerti..:)
INI GANTI THEMES YAH..?? PERASAAN KMAREN GA GINI DEH..
kalo pake istilah anonim, kok kesannya jadi laen ya?
anonim tu setahuku biasanya dipake buat sesuatu yang sudah bersifat general, yang kalo ditelusuri, ndak tau siapa yang mencetuskan. biasanya karya seni, quote, dongeng, dll. itu ‘the ultimate anonymous’.
hal lain, emang si anonim itu ndak mau mengungkap jatidiri; tapi kok kesannya negatif, coz kalo nyangkut hal2 jelek, pertanggungjawabannya susah.. (ex : komen anonim yang biasanya cuma nge-flame)
na kalo blogger yang emang ndak pengin identitasnya diketahui, masa pake istilah anonim? kan ya pada tau dimana harus mencari mereka
setuju banget....
jujur gus kalau saya berkomentar saya lebih memilih mencantumkan profil saya sebagai mana mestinya , kalau anonim blum pernah sih gus ^_^
Mengenai isi artikelnya saya setuju sekali, yang penting jangan mencerca atau menjatuhkan orang lain ya kan gus....
tapi memang tak masalah seseorang itu mau menjadi anonim dan menyembunyikan identitas dirinya habis2an atau mengeksplore dirinya habis-habisan juga. Yang penting, selama kita masih suka menulis, kita tetap bisa terus menulis!
yang penting, pesan yang kita maksud bisa sampai, dan tulisan bisa dinikmati oleh orang -orang. mungkin orang yang memutuskan anonim, memiliki alasan tertentu mengapa memilih hal itu.
tapi kadang..saya suka penasaran setengah mati pada orang yang sengaja ‘me-misteriuskan’ dirinya, atau orang yang misterius abis abisan. penasaran !!! terutama pada cara berpikirnya, pemahamannya, dan kecintaanya pada menulis
semangat terus!!
Yang saya katakan itu bener lho, kalau menjaga supaya tetap anonim itu susah. Kemarin saya baru ngalami kebongkar identitas asli saya oleh seorang bloger Indonesia yang sedang studi S3 di Austria. Dia nulis comment di blog saya dan nyebut nama asli saya dan tahu profesi saya dan juga alamat saya ( sekarang sudah saya edit ). Saya kemudian kirim e-mail untuk mencari tahu darimana dia dapat data saya tersebut tapi dia tidak mau mengatakannya dan membiarkan saya tetap penasaran. Selanjutnya saya coba lacak teman-teman bloger saya yang mungkin telanjur membuka identitas saya di blognya dan akhirnya saya dapat satu yang memang membuka sebagian identitas saya. Saya akan coba minta tolong teman tersebut untuk mengedit postingannya tentang saya. Tapi saya cuma bisa berharap kebaikan teman saya tersebut yang bisa bersedia dan bisa juga tidak bersedia. Jadi menjaga agar tetap anonim itu tidak mudah dan bukan hanya tergantung dari bloger yang bersangkutan saja tapi juga tergantung pada bloger-bloger lain yang tahu jati diri bloger tersebut. Terimakasih dan salam eksperimen.
Menjadi blogger anonim itu pilihan. Namun bila kita bicara tentang blog, kita juga berbicara tentang komunitas. Alangkah baiknya jika kita menyediakan jalan buat mereka untuk berkomunikasi dengan kita, baik via halaman kontak di blog atau pun via email. Siapa tahu suatu saat mereka membutuhkan bantuan kita, dan kita pun butuh mereka.
setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda-beda mengapa mereka ngeblog. kalau tujuannya untuk membangun bisnis online, wajib punya nama. istilahnya, harus punya personal branding. logikanya, gimana orang akan percaya ucapan anda, identitas diri saja nggak mau buka.
beda lagi kalau tujuan ngeblog anda adalah sebagai media menunjukkan pemikiran dan ide tanpa mau mendengar respon mereka. alias komunikasi satu arah. kalau ini pilihannya, nggak pakai nama juga oke-oke saja.
kalo menurut saya lebih baik menunjukkan jati dirinya ketimbang menutup identitasnya, kalo artikelnya bagus kan kita bisa tau siapa orangnya dan latar belakangnya
Just my opinion
anonim.....
sebuah hak yang dimiliki oleh seorang blogger....
kalau aq termasuk blogger anonim g yah, salam kenal sob, di tnggu kunjungan baliknya jika berkenan
Seperti Mas Hakim bilang, Kalau memang artikel yang dipublish oleh Anonim itu memang sangat bermanfaat bagi pembaca, apalagi kalau blognya bertopik tutorial, saya pikir akan lebih baik membuka jatidirinya karena beberapa pembaca pasti ngin sekali berkenalan dengan penulis blog tersebut, kenapa?...dengan mengetahui identitas asli, tentu bukan hal yang mustahil akan terjalin persahabatan dan silaturahmi yang positif.
Tetapi saya sangat memaklumi bagi siapa saja yang anonim dengan blog ber-adsense, dengan alasan untuk menghindari tangan-tangan jahil yang sedikit iri sehingga melakukan hal yang berakibat di-ban nya account adsense pemilik blog tersebut.
Salam kenal dan terima kasih.
Halo gus apa kabar nih ?
udah seminggu aku gak sempet nulis nih.
menghargai ke-anoniman itu harus, tapi ada baiknya kalo tidak menutupi jati diri, karena menyangkut silaturahmi juga loh...
Just my opinion
ehm...... anonim....... itu adalah hak setiap blogger. so kt harus positive thingking dg keputusan mereka
saya rasa itu adalah hak privasi
kalau saya sendiri, informasi pribadi yang ditampilkan paling akun twitter dan email, nah jika ingin mengetahui lebih lanjut ya via email.
Mungkin jika kita menggunakan media blog untuk promosi misalnya jasa desain web atau semacamnya akan lebih baik jika kita memberikan informasi yang lebih banyak
Anonim yang bertujuan untuk mengkritik secara aman pernah juga saya lakukan satu kali Gus. Tujuan saya biar hubungan baik yang sudah terjalin sebelumnya tidak rusak. Tapi isi kritikan saya itu tetap membangun dan sopan kok. Tidak menggunakan kata-kata kasar atau kurang pantas.
menjadi anonoim emang ga selamanya buruk... saya dulu pernah jadi anonim. mungkin karena orang tidak boleh mengetahui saya. Tapi akhirnya saya sadar bahwa kepercayaan orang terhadap produk kita jauh lebih poenting daripada sekuritas
jadi blogger juga tak masalah, selama hal yang dimasukkan dalam blognya bermanfaat
hahahha!
akhirnya ketemu juga tulisan : blogosphere...!! saya bingung caranya nulis gimana !!
Saya tidak pernah mempermasalahkan blogger anonim dan saya tidak perduli, yang saya perduli artikelnya doang, karena jika suatu saat saya punya kesempatan kopdar ( enatah kapan ) toh identitasnya juga akan ketahuan.
Ohhh blogger anonim ya mas...
DIAWAL NGEBLOG PENGEN NYA SIH GITU.. ANONIM AJA TANPA PHOTO..
TAPI DASAR AGAK SEDIKIT NARSIS AKHIRNYA GAK BISA SEMBUNYI LAGI.. WKEKEKEKEKEK
lIA JUGA GAK TERLALU MEMPERMASALAHKAN BLOGGER ANONIM KARENA ITU KAN HAK NYA
YANG PENTING TULISANNYA
blogger anonim, why not..??
kalo ada yang mengusik laporin ke komnas HAm aja, heheehe..
lagian dulu juga rencananya mau anonim, tapi karena berasa kurang ngeksis, jadi ya pajang foto, pajang nama deelel...
makasih untuk kunjungannya, salam kenal juga,^^
LA KALAU SAYA PAKAI NAMA BLOGGER TERPANAS TERMASUK "GOLONGAN" ANONOM KALI YA? (NAMA SAYA BUKAN BLOGGER TERPANAS) HHHEHEHE...
ya, y, ya, selagi tulisannya bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan fitnah sih ga papa
nie anonimku yang dulu dan aq pake sampe sekarang... sunflo.
Kalau gak meresahkan jagad blogger, saya rasa menjadi anonim tak terlalu masalah. Tapi kalau dia menjadi anonim agar tindakannya yang meresahkan tidak diketahui orang, well, saya rasa yang demikian ini musti diberantas tuntas tas tas tas...